This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 01 Desember 2018

Harmonisasi ilmu pranatamangsa dengan sistim informasi pertanian - Devi Nurulfahmi - 522016021


Harmonisasi Ilmu Pranatamangsa dengan Sistim Informasi Pertanian



Devi Nurulfahmi – 522016021


 
Pranatamangsa? Pasti sudah tidak asing lagi dong dengan kata tersebut. 

Pranatamangsa berasal dari bahasa jawa yaitu pranata yang artinya tatacara atau prosedur, sedangkan mangsa berarti musim. Jadi pranatamangsa dapat diartikan sebagai tatacara atau prosedur dalam melakukan kegiatan pertanian ataupun sebagai nelayan berdasarkan musim. Penggunaan pranatamangsa ini merupakan salah satu wujud kedekatan antara masyarakat dengan alam. Penanggalan pranatamangsa ini berbasis peredaran  matahari dan siklusnya (setahun) berumur 365 hari (atau 366 hari) serta memuat berbagai aspek fenologi dan gejala alam lainnya yang dimanfaatkan sebagai pedoman dalam kegiatan usaha tani

Sistim kalender tanam Pranatamangsa ini digunakan oleh masyarakat di Jawa, Bali dan Sunda. Mereka menggunakan penanggalan tersebut untuk melakukan kegiatan pertanian (bercocok tanam) maupun digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan dengan melihat musim dan cuaca.

Penggunaan pranatamangsa untuk sekarang ini sudah jarang digunakan, karena penanggalan pranatamangsa ini memiliki kekurangan yaitu waktu tanam yang selalu berubah hal ini disebabkan karena musim penghujan yang selalu mundur dari yang seharusnya sudah turun hujan. Penggunaan pranatamangsa lebih banyak digunakan oleh petani yang ada di desa atau di daerah pedalaman yang usianya sudah tua. Banyak juga digunakan oleh sebagian banyak orang yang gaptek atau gagap teknologi sehingga tidak dapat menyerap informasi yang lebih canggih lagi. Pada jaman seperti sekarang ini sudah banyak teknologi baru khususnya dibidang pertanian yang digunakan untuk mengetahui musim atau cuaca sampai dengan teknologi yang dapat membantu petani untuk memperoleh informasi dibidang pertanian dengan mudah dan teknologi yang dapat meningkatkan produksi pertanian. Selain dengan berpedoman dengan sistim penanggalan pranatamangsa, petani juga perlu memperhatikan prakiraan yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan memanfaatkan teknologi yang sudah ada sekarang ini.

Dibidang pertanian sendiri telah dikembangkan Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan petani untuk memahami berbagai aspek prakiraan cuaca dan hubungannya dengan usahatani yang dijalankan. Kegiatan SLI dimaksudkan untuk membuat petani mampu "menerjemahkan" informasi prakiraan cuaca yang sering kali sangat teknis, sekaligus membuat petani mampu mengadaptasikannya dengan kearifan lokal yang telah lama dimiliki. Dalam kaitan dengan SLI, pranata mangsa menjadi rujukan untuk berbagai gejala alam yang diperkirakan muncul sebagai tanggapan atas kondisi cuaca/perubahan iklim. Pranata mangsa masih tetap dapat diandalkan dalam kaitan dengan pengamatan atas gejala alam.